
HELLODEPOK.COM- Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menggelar diskusi dengan mengangkat tema “Kompetensi Wartawan: Media Siber Versus Medsos, Siapa Menang?” di Kantor PWI Kota Depok jalan Melati Raya No. 3 Kelurahan Depok Jaya Kecamatan Pancoranmas Depok pada Kamis ( 04/06/26).
Kegiatan ini menghadirkan Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Pusat, Aat Surya Safaat, sebagai narasumber utama bersama Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah
Direktur Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Aat Surya Safaat menekankan pentingnya kompetensi wartawan, sebagai upaya mempertahankan kualitas, profesionalisme, serta kepercayaan publik di tengah banjir informasi digital. Hal ini disampaikan Aat dihadapan puluhan wartawan PWI Kota Depok yang hadir di forum diskusi yang digelar PWI Kota
“Tantangan terbesar yang dihadapi industri pers saat ini bukan semata-mata hadirnya media sosial, melainkan bagaimana wartawan meningkatkan kompetensinya, dan profesionalisme wartawan dalam menghadapi tantangan perkembangan media sosial di era digital. Maka Uji Kompetisi Wartawan (UKW) itu menjadi sangat penting untuk menyamakan persepsi meningkatkan kompetensi dan profesionalisme,” ujarnya
Meski demikian, Aat, yang lima tahun menjabat Kepala Biro LKBN ANTARA di New York, Amerika Serikat, menggarisbawahi bahwa media pers jelas berbeda dengan medsos. Salah satu perbedaannya adalah saluran penyelesaian masalah hukum atas berita media pers dan konten medsos.
“Jelas, ya, jika ada masalah atas berita teman-teman pers, maka diselesaikan melalui mekanisme di Dewan Pers. Produk jurnalistik tidak boleh dikriminalisasi. Sedangkan isi medsos, jika ada warga yang merasa dirugikan, ini masuk ranah hukum,” ujar Aat yang pernah menjabat Direktur Pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA.

Sementara itu, pemateri kedua, Rusdy Nurdiansyah juga menyoroti peran strategis media sebagai pilar keempat demokrasi, dalam mendukung pembangunan melalui fungsi informasi, edukasi, kontrol sosial, dan pengawasan publik, ” ungkapnya
Derasnya arus informasi di media sosial justru menjadi momentum bagi media untuk menunjukkan kualitas dan profesionalisme melalui produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya,” katanya.
Rusdy juga menegaskan keprihatinannya atas diskriminasi pers.
“Bagaimanapun berat tantangan yang dihadapi pers saat ini, kepercayaan publik harus tetap dijaga. Cara menjaganya adalah dengan menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas,” tutup Rusdy, wartawan pemegang Press Card Number One (PCNO) pada Hari Pers Nasional tahun 2022. (CP)











