Disdik Kota Depok Klaim SPMB 2026 Tuntas dan Transparan, MP3I: Desak Data SPMB Dibuka

Ketua MP3I: Selama data belum dibuka secara transparan, SPMB Depok 2026 belum sepenuhnya akuntabel, transparan, dan berkeadilan

- Pewarta

Senin, 13 Juli 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.
Ketua Masyarakat Pemerhati Peduli Pendidikan Indonesia (MP3I),  Eman Sutriadi (foto: dok cakpri)

HELLODEPOK.COM – Klaim Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok yang beredar di sejumlah media bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah berlangsung secara tertib, transparan, dan akuntabel menuai tanggapan dari kalangan pemerhati pendidikan. Ketua Masyarakat Pemerhati Peduli Pendidikan Indonesia (MP3I), Eman Sutriadi, menilai proses SPMB memang telah selesai, namun akuntabilitas dan transparansi pelaksanaannya masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Pernyataan tersebut disampaikan Eman sebagaimana dikutip dari media Swarapendidikan.co.id, Sabtu (11/7/2026).

Disdik Depok Didesak Buka Dugaan Manipulasi Data dan Skor yang Tidak Logis

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, dalam rilis resminya menyampaikan bahwa seluruh tahapan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 telah dilaksanakan sesuai prosedur sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memperluas akses pendidikan serta menjaga proses penerimaan peserta didik agar berlangsung objektif, adil, transparan, dan akuntabel.
Menurut Wahid, data pada sistem SPMB bersifat dinamis karena terus berubah mengikuti tahapan pendaftaran, verifikasi, pengumuman, pencabutan berkas, perpindahan pilihan sekolah, daftar ulang, hingga pemenuhan sisa kuota. Karena itu, perbedaan data yang muncul pada waktu berbeda tidak dapat serta-merta dianggap sebagai kejanggalan.
Ia juga menjelaskan bahwa perubahan kuota maupun sisa kursi merupakan penyesuaian teknis untuk mengoptimalkan daya tampung sekolah.

Berdasarkan data akhir SPMB, sebanyak 206 SD Negeri memiliki daya tampung awal 16.800 kursi. Setelah disesuaikan dengan 28 siswa yang tidak naik kelas, daya tampung efektif menjadi 16.772 kursi, dengan tingkat keterisian mencapai 16.289 kursi atau 97,13 persen. Artinya masih terdapat 483 kursi yang belum terisi.

Sementara itu, 34 SMP Negeri memiliki daya tampung awal 11.012 kursi. Setelah dikurangi 40 siswa yang tidak naik kelas, daya tampung efektif menjadi 10.972 kursi. Sebanyak 10.896 kursi telah terisi atau mencapai 99,31 persen, sehingga tersisa 76 kursi yang tersebar di empat sekolah.

Menanggapi perbandingan nilai peserta yang sempat beredar di media sosial, Wahid menegaskan bahwa sistem SPMB menggunakan mekanisme pemeringkatan yang bersifat dinamis. Posisi peserta dapat berubah apabila ada pendaftar yang mencabut berkas, mengubah pilihan sekolah, atau tidak melakukan daftar ulang.
Ia juga meluruskan tampilan “Nilai Akhir: tahun 19392” yang sempat viral.

Menurutnya, tampilan tersebut muncul akibat fitur penerjemahan otomatis pada browser pengguna. Pada tampilan asli, data tersebut terbaca sebagai “Skor 19392”

Belum Transparan dan Berkeadilan

Namun demikian, Eman Sutriadi menilai transparansi yang disampaikan Disdik belum sepenuhnya dapat diuji oleh publik.
“Yang selesai prosesnya. Tetapi akuntabilitasnya belum selesai. Justru di sini persoalan utamanya,” ujar Eman.
Menurutnya, Disdik hanya menyampaikan data agregat tanpa membuka data rinci yang memungkinkan masyarakat melakukan pengawasan.
“Mana data per sekolah? Mana data tiap jalur penerimaan? Berapa nilai ambang batas di masing-masing SMP Negeri, termasuk RSSG? Seharusnya data tersebut dibuka agar masyarakat bisa melakukan pengawasan. Tanpa data itu, ini belum bisa disebut transparan,” katanya.

Eman juga menilai penjelasan Disdik mengenai perubahan peringkat peserta maupun tampilan skor yang sempat viral baru disampaikan setelah polemik berkembang di media sosial.
Selain itu, ia mempertanyakan mekanisme pemanfaatan sisa kuota yang masih tersedia di sejumlah sekolah negeri.
“Hingga kini masih ada ratusan kursi SD dan puluhan kursi SMP yang belum terisi. Namun belum dijelaskan secara terbuka sekolah mana saja yang masih memiliki kuota, kapan akan diisi, serta bagaimana mekanismenya,” ujarnya.

Desak Data SPMB Dibuka

Eman mengaku telah mengirimkan surat kepada Dinas Pendidikan Kota Depok untuk meminta penjelasan terkait pelaksanaan SPMB. Namun, hingga seluruh tahapan selesai, surat tersebut belum memperoleh tanggapan.
Karena itu, MP3I mendesak Disdik Kota Depok membuka data pelaksanaan SPMB 2026 secara lebih rinci, termasuk data nilai, peringkat, dan sekolah tujuan peserta dengan tetap menjaga kerahasiaan identitas pribadi siswa.
Ia juga meminta apabila terdapat dugaan praktik intervensi yang tidak sesuai ketentuan, hal tersebut ditelusuri dan disampaikan secara terbuka sesuai mekanisme yang berlaku.”Selama data belum dibuka secara transparan, penilaian bahwa SPMB Depok 2026 belum sepenuhnya akuntabel, transparan, dan berkeadilan akan terus menjadi perhatian publik,” pungkasnya. (*/CP)

Editor : Cakpri

Berita Terkait

MT Balai Wartawan Kota Depok Soroti Peran Pers, Ketahanan Keluarga, dan Pendidikan
Ketika Kesalahan Dinormalisasi: Sebuah Pembelajaran Dari SPMB 2026 Kota Depok
Tokoh dan Ormas Islam Sawangan Kota Depok Nyatakan Sikap Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBTQ
Pemerhati Pendidikan Soroti Polemik Unggahan BEM UI Terkait Isu LGBT, Dorong Penyelesaian Melalui Dialog dan Solusi
Puluhan Massa Gelar Aksi Damai di Depan UI, Soroti Unggahan BEM Fakultas Psikologi
Grass Root Depok Gelar Aksi Damai di Depan UI, Sampaikan Dua Tuntutan Kepada Rektor
Tadabur Alam MT Balai Wartawan Kota Depok di Kaki Gunung Gede, Perkuat Iman, Ukhuwah, dan Kebersamaan
Ketua Umum YPI Arrahmaniyah Depok Lantik Pengurus, Kepala Sekolah, Wakil, dan Pejabat Struktural Baru Masa Bakti 2026–2031
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Vale Base Metals Akan Melanjutkan Penerapan Flotasi Partikel Kasar di Salobo guna Meningkatkan Produksi Tembaga dan Mempercepat Realisasi Proyeksi Produksi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Huawei Perkenalkan Xinghe Intelligent Network Terbaru dengan Filosofi “Konektivitas Aman dan Cerdas” untuk Mendorong Teknologi Cerdas Industri di Asia Pasifik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Angelaligner Akan Mengajukan Banding atas Putusan Pengadilan Tiongkok Terkait Solusi Pencabutan Premolar, Tanpa Dampak terhadap Pelanggan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Daftar Produk Terkini dari Mouser Electronics: Lebih dari 5.000 Komponen Baru Tersedia pada Triwulan II-2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DoGo Power Raih Top Innovation Award 2026 dari EUPD Research di Eropa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Nexters menunjuk Aghanim sebagai mitra pendukung DTC global mereka

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Zettabyte Luncurkan Model-as-a-Service di zCLOUD

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:30 WIB

VT Markets Mulai Program CSR Finance Forward lewat Lokakarya Literasi Keuangan bagi Pelajar Indonesia Bersama YCAB Foundation

Berita Terbaru