Ketika Kesalahan Dinormalisasi: Sebuah Pembelajaran Dari SPMB 2026 Kota Depok

Oleh: Eman Sutriadi, Ketua Masyarakat Pemerhati & Peduli Pendidikan Indonesia

- Pewarta

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.
    Eman Sutriadi, Ketua Masyarakat Pemerhati & Peduli Pendidikan Indonesia  (foto dok: cakpri)

HELLODEPOK.COM – SPMB 2026 Kota Depok sudah selesai. Dinas Pendidikan bilang “tuntas, tertib, dan transparan”.

Tapi di lapangan, yang kita lihat justru sebaliknya: kesalahan demi kesalahan justru dinormalisasi.

Normalisasi Pertama: Skor Tidak Logis Dianggap Wajar
Nilai 89,22 ditolak, 78,36 diterima. Selisih 5,81 poin. Di 6 SMPN polanya sama.
Jawaban resmi? “Data dinamis”.

Seolah-olah sistem boleh kebalik asal ada alasan teknis. Padahal logika dasar seleksi sederhana: yang tinggi menang, yang rendah gugur.

Normalisasi Kedua: Bug Sistem Dianggap Kesalahan Browser
Ada data “Nilai Akhir: tahun 19392” tapi statusnya DITERIMA. Viral dulu, baru dijelaskan “itu karena translate otomatis”.

Pertanyaannya: kenapa baru diklarifikasi setelah gaduh? Kenapa tidak ada dashboard publik dari hari pertama?
Kesalahan sistem diperlakukan seperti angin lalu.

Normalisasi Ketiga: Anak Disuruh Mundur, Panitia Aman
Ini yang paling berbahaya.
Kasus SMPN 9 jalur Domisili. Ketahuan ada kejanggalan, penyelesaiannya: orang tua diminta buat surat pernyataan mengundurkan diri. Selesai.

Lalu panitianya? Yang punya akses data, yang verifikasi, yang menekan tombol “DITERIMA”? Tidak disentuh.

Di sinilah letak bahayanya. Ketika yang memfasilitasi kecurangan dibiarkan, tapi korbannya yang disuruh bertanggung jawab, maka kita sedang mengajarkan satu hal kepada anak-anak kita:

Curang itu aman, asal ada orang dalam.`

Akuntabilitas yang Mangkrak
Disdik merilis data agregat: 97% SD terisi, 99% SMP terisi. Bagus di atas kertas.
Tapi mana data per sekolah? Mana nilai ambang batas? Mana sisa 483 kursi SD dan 76 kursi SMP itu ada di mana? Publik tidak tahu. Ini bukan transparansi. Ini menyembunyikan.

Evaluasi juga sama. Katanya “akan dievaluasi”. Tapi berapa aduan? Apa masalahnya? Siapa yang salah? Tidak dijawab.
`Evaluasi tanpa data = omong kosong.`

3 Pelajaran Berharga
SPMB bukan sekadar soal administrasi. Ini soal pendidikan karakter.

1. Transparansi bukan pilihan. Buka data nilai, peringkat, dan sekolah tujuan. Nama boleh disamarkan. Tanpa ini, pengawasan publik mati.
2. Jika ada kesalahan, usut sampai ke akar. Jangan hanya menghukum peserta, tapi juga panitia yang lalai atau sengaja.
3. Negara hadir sebelum viral. Jangan tunggu gaduh baru klarifikasi. Sistem yang baik adalah sistem yang bisa diaudit sejak menit pertama.

Penutup
SPMB itu singkatan dari Seleksi Penerimaan Murid Baru. Bukan Seleksi Penerimaan Murid Bayar. Bukan juga Seleksi Penerimaan Murid Beruntung karena punya “orang dalam”.

Selama kesalahan terus dinormalisasi dengan alasan “sudah selesai”, “data dinamis”, dan “sudah mundur”, maka kita sedang menciptakan generasi yang percaya bahwa aturan bisa dinego, dan keadilan bisa dibeli.

Depok dijuluki “Kota Pendidikan”. Jangan sampai julukan itu hanya jadi slogan, sementara di ruang penerimaan murid baru, kita gagal memberi pelajaran paling dasar: `jujur itu wajib, curang itu salah.`

Depok, 16 Juli 2026

Editor : Cakpri

Berita Terkait

Disdik Kota Depok Klaim SPMB 2026 Tuntas dan Transparan, MP3I: Desak Data SPMB Dibuka
Tokoh dan Ormas Islam Sawangan Kota Depok Nyatakan Sikap Tolak Normalisasi dan Legalisasi LGBTQ
Pemerhati Pendidikan Soroti Polemik Unggahan BEM UI Terkait Isu LGBT, Dorong Penyelesaian Melalui Dialog dan Solusi
Puluhan Massa Gelar Aksi Damai di Depan UI, Soroti Unggahan BEM Fakultas Psikologi
Grass Root Depok Gelar Aksi Damai di Depan UI, Sampaikan Dua Tuntutan Kepada Rektor
Tadabur Alam MT Balai Wartawan Kota Depok di Kaki Gunung Gede, Perkuat Iman, Ukhuwah, dan Kebersamaan
Ketua Umum YPI Arrahmaniyah Depok Lantik Pengurus, Kepala Sekolah, Wakil, dan Pejabat Struktural Baru Masa Bakti 2026–2031
Aliansi Masyarakat Kota Depok Tolak LGBT di Kampus UI, Sampaikan Enam Poin Pernyataan Sikap
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:37 WIB

Menuju Era Jaringan 2030: WBBA Luncurkan AI-Net, Sertifikasi Komunikasi Data Berstandar Global

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04 WIB

Terobosan Teknologi di Balik Smart String Grid-Forming ESS Platform Generasi Baru Huawei

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inisiatif Kerja sama Promosi Warisan Budaya Dunia Diluncurkan di Chongzuo, Tiongkok

Kamis, 16 Juli 2026 - 09:55 WIB

Artis Italia LeiKiè Perkenalkan PAPgame Dalam Video Musik Terbaru Saat Not Just Music Memperluas Merek PAPmusic.

Kamis, 16 Juli 2026 - 02:37 WIB

Valvoline™ Global, “The Original Motor Oil”, Percepat Pertumbuhan di Asia Pasifik Lewat Kemitraan dengan Horse Powertrain

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:41 WIB

NABR: Untuk Kedua Kalinya, Dinas Perikanan dan Satwa Liar A.S. Tolak Petisi Aktivis Untuk Mencantumkan Monyet Ekor Panjang Ke Dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:56 WIB

Sekolah-Sekolah Terkemuka di Asia Tenggara Bergabung sebagai Cambridge English Educational Partners untuk Menyiapkan Talenta Masa Depan

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:30 WIB

Pakar Sejarah PKT: Gansu Berperan Penting dalam “Long March”

Berita Terbaru