Hingga 7 Bulan Sidang Berjalan, Perkara Penggelapan yang Merugikan Korban Rp980 Juta Belum Divonis

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 23 Juni 2023 - 16:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang pidana perkara penggelapan. (Pexels.com/sora shimazaki)

Sidang pidana perkara penggelapan. (Pexels.com/sora shimazaki)

HELLODEPOK.COM – Sidang pidana perkara penggelapan yang merugikan korban senilai Rp 980 Juta hingga tujuh bulan berlangsung masih belum dijatuhi putusan oleh Hakim.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Sidang pidana pada Pengadilan Negeri (PN) Depok yang diketuai Divo Ardianto dengan anggota Ultry Meilizayeni dan Zainul Hakim Zainuddin

Menurut situs web sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) PN Depok diketahui, bahwa penetapan sidang pertama pada Rabu, 16 November 2022, dengan agenda sidang pertama pembacaan surat dakwaan dan eksepsi.

Hingga 21 kali persidangan yang digelar di PN Depok terhitung dari Rabu, 16 November 2022 sampai Selasa, 20 Juni 2023, perkara penggelapan ini masih belum juga berakhir.

Penundaan itu dengan alasan, Majelis Hakim masih bermusyawarah untuk putusan sehingga sidang ditunda kembali pada Selasa, 4 Juli 2023.

Baca artikel menarik lainnya, di sini: Prabowo Subianto Kenakan Jaket Berlogo Angka 08 Saat Nonton Sepak Bola, Netizen: Kode Presiden RI ke-8

MI (41) dan BF (43), dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Arief Syafrianto masing-masing sebagai terdakwa terhadap perkara penggelapan dengan Nomor Perkara 403/Pid.B/202/PN Dpk dan para terdakwa tak ditahan.

JPU menuntut terdakwa (1) MI dan (2) BF, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan Penggelapan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 372 jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

“Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa yaitu, terdakwa (1) Mochamad Ichsan dengan pidana penjara selama dua tahun dan terhadap terdakwa (2) Bambang Feriyanto dengan pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan.”

“Dikurangi dengan masa penahanan yang telah dijalani,” kata JPU saat pembacaan surat tuntutan, Selasa 7 Maret 2022.

Adapun barang bukti berupa:

1. Satu lembar surat kuasa dari PT. Visitama Makmur Abadi kepada Adhitya Raaj S, satu lembar cek Nomor CF723241 yang dikeluarkan Bank BNI Kantor Cabang Margonda Depok, tertanggal 7 Mei 2020 atas nama Rajawali Artha Perkasa sebesar Rp 500 Juta.

2. Satu lembar surat keterangan penolakan (SKP) pencairan cek nomor CF723241 atas nama Rajawali Arta Perkasa sebesar Rp 500 Juta, tanggal 6 Mei 2020.

3. Satu lembar surat keterangan penolakan (SKP) pencairan cek nomor CF723241 atas nama Rajawali Arta Perkasa sebesar Rp 500 Juta tanggal 8 Mei 2020.

4. Satu lembar surat permohonan usulan dana dari PT. Antasena Karya Sukses kepada PT. Visitama Makmur Abadi tanggal 15 Oktober 2019 yang ditandatangani oleh M. Ichsan, Direktur PT. Antasena Karya Sukses

5. Dua lembar bukti setoran tunai yang dikeluarkan oleh Bank BNI, dikembalikan kepada yang berhak melalui saksi Adhitya Raaj S.

Sementara hal-hal yang memberatkan, dikatakan JPU, perbuatan para terdakwa telah mengakibatkan kerugian bagi saksi korban.

Para terdakwa telah menikmati hasil tindak pidana dan lara terdakwa berbelit-belit memberikan keterangan dalam persidangan.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Hal-hal yang meringankan, para terdakwa mengaku belum pernah dihukum,” tutur JPU. (JIM).***

Berita Terkait

Korban Sempat Minum Minuman Keras, Polisi Masih Selidiki Kasus Dugaan Pembunuhan Anggota Ormas
Hadiri HPN PWI Kota Depok, Bang Pradi : Saya Mengajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya,Jangan Golput
Hadiri HPN 2024 PWI Kota Depok, Kadiskominfo : Pers Menjadi Mitra Kritis dan Konstruktif Bagi Pemerintah
Cuaca Hari Ini: Siang Hari di Bekasi, Depok, dan Bogor Diprediksi akan Hujan dengan Intensitas Sedang
Dalami Temuan Jasad Pria di Kamar Kost di Kawasan Beji, Kota Depok, Polisi Ungkap Identitasnya
Wanita Lapor Polisi, Anaknya Mengaku Bunuh Seorang Wanita di Rumah Kontrakan Sukmajaya, Depok
Sambangi Pos Satkamling RW 14 Perum Puri Bojong Lestari, Kapolres Depok : Ciptakan Pemilu Yang Damai dan Kondusif
Polisi Tangkap Sindikat Perampokan Minimarket yang Beroperasi di Tangerang dan Depok, Bogor, dan Jakarta
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Selasa, 13 Februari 2024 - 07:05 WIB

Korban Sempat Minum Minuman Keras, Polisi Masih Selidiki Kasus Dugaan Pembunuhan Anggota Ormas

Senin, 12 Februari 2024 - 08:14 WIB

Hadiri HPN PWI Kota Depok, Bang Pradi : Saya Mengajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya,Jangan Golput

Sabtu, 10 Februari 2024 - 15:34 WIB

Cuaca Hari Ini: Siang Hari di Bekasi, Depok, dan Bogor Diprediksi akan Hujan dengan Intensitas Sedang

Sabtu, 10 Februari 2024 - 15:11 WIB

Dalami Temuan Jasad Pria di Kamar Kost di Kawasan Beji, Kota Depok, Polisi Ungkap Identitasnya

Jumat, 19 Januari 2024 - 16:38 WIB

Wanita Lapor Polisi, Anaknya Mengaku Bunuh Seorang Wanita di Rumah Kontrakan Sukmajaya, Depok

Rabu, 10 Januari 2024 - 08:05 WIB

Sambangi Pos Satkamling RW 14 Perum Puri Bojong Lestari, Kapolres Depok : Ciptakan Pemilu Yang Damai dan Kondusif

Kamis, 28 Desember 2023 - 15:13 WIB

Polisi Tangkap Sindikat Perampokan Minimarket yang Beroperasi di Tangerang dan Depok, Bogor, dan Jakarta

Rabu, 13 Desember 2023 - 14:14 WIB

Polres Metro Depok Buka Penitipan Motor, Selama Mudik Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Berita Terbaru