Huawei Melampaui Target Komitmen ITU Partner2Connect, Menghadirkan Konektivitas bagi 170 Juta Orang di Seluruh Dunia

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 5 Maret 2026 - 00:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BARCELONA, Spanyol, 5 Maret 2026 /PRNewswire/ — Huawei telah menyediakan konektivitas digital bagi 170 juta orang di wilayah terpencil di lebih dari 80 negara, melampaui komitmennya kepada International Telecommunication Union (ITU) Partner2Connect (P2C) Digital Coalition.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Yang Chaobin, CEO of Huawei ICT BG announces the fulfillment of ITU P2C Pledge
Yang Chaobin, CEO of Huawei ICT BG announces the fulfillment of ITU P2C Pledge

Pengumuman ini disampaikan Yang Chaobin, CEO, Huawei ICT Business Group, dalam acara TECH Cares Forum yang digelar Huawei di Barcelona. Ia menjelaskan, pencapaian ini melampaui komitmen yang dibuat Huawei saat bergabung dengan ITU P2C Digital Coalition pada 2022, yaitu menghubungkan 120 juta orang di wilayah terpencil hingga tahun 2025. Yang juga menyampaikan apresiasi kepada para pelanggan dan mitra telekomunikasi Huawei atas kerja sama mereka dalam mencapai tujuan tersebut.

Forum tersebut dihadiri sekitar 80 peserta yang berasal dari pemerintah, pelaku industri, organisasi mitra, dan lembaga internasional. Para peserta berdiskusi secara mendalam mengenai pentingnya memperluas inklusivitas digital di era AI, sekaligus membahas solusi praktis dan memperkuat kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan.

Dalam sambutannya, Yang menekankan, meski teknologi AI berkembang pesat, kesenjangan digital masih ada, bahkan berpotensi semakin melebar. "Jaringan digital berkecepatan tinggi dan kemampuan komputasi yang kuat merupakan fondasi penting untuk mewujudkan era AI yang inklusif dan berkelanjutan," ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan Huawei memenuhi komitmen ITU P2C menunjukkan komitmen berkelanjutan terhadap inovasi dengan menghadirkan akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan, pendidikan, dan keuangan bagi masyarakat di daerah terpencil melalui konektivitas digital.

Cosmas Zavazava, Director, ITU Telecommunication Development Bureau, memuji pencapaian Huawei dalam mengurangi kesenjangan digital. "Konektivitas digital untuk masyarakat pedesaan dan komunitas yang belum terlayani membutuhkan model bisnis yang inovatif, pendekatan inklusif, pemanfaatan sumber daya komunikasi yang efektif, keterlibatan masyarakat, serta investasi berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas lokal. Saya mengapresiasi komitmen Huawei terhadap konektivitas universal yang bermanfaat. Saya juga bangga atas kemitraan yang kuat dan sukses ini," ujarnya.

Menurut Jeff Wang, President, Huawei Public Affairs and Communications, inklusivitas digital memiliki dua pilar utama, yaitu konektivitas yang inklusif dan pemberdayaan keahlian digital. Untuk mengatasi kesenjangan keahlian digital, Huawei bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai organisasi guna mendukung pelajar, generasi muda, lansia, serta perempuan melalui tiga inisiatif utama: memperluas akses digital, menyediakan pelatihan keterampilan digital, serta mengembangkan kurikulum STEM.

Sejak diluncurkan pada 2019, program Skills on Wheels dari Huawei telah memberikan pelatihan digital melalui fasilitas keliling kepada lebih dari 130.000 orang di 21 negara sehingga membuka peluang baru bagi masyarakat yang sebelumnya kurang terlayani.

Sementara itu, Marina Madale, Executive, Sustainability and Shared Value, MTN Group, menegaskan bahwa konektivitas bukanlah sebuah kemewahan, melainkan infrastruktur dasar bagi pertumbuhan Afrika. Sejalan dengan pandangan Jeff Wang, ia menambahkan, MTN memprioritaskan perluasan konektivitas di wilayah pedesaan, meningkatkan keterjangkauan perangkat, serta membangun keterampilan digital dan AI.

Dalam bidang inovasi jaringan pedesaan, Huawei terus mengembangkan solusi Rural Series sejak 2017 untuk meningkatkan keterjangkauan dan efisiensi implementasi jaringan. Solusi terbaru, Huawei RuralCow, diluncurkan pada November 2025, memperluas jangkauan jaringan ke desa dengan sekitar 1.500 penduduk melalui kerja sama dengan MTN Nigeria. Solusi tersebut berkontribusi dalam pencapaian target Huawei, yaitu menghubungkan 170 juta orang, sekaligus turut mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan publik digital.

Dalam forum tersebut, para peserta juga memaparkan perkembangan kerja sama mereka dengan Huawei, serta menyampaikan keinginan untuk memperdalam kolaborasi pada masa depan. Semua pihak sepakat bahwa memperluas inklusi digital di era AI memerlukan kerja sama antara pemerintah, operator telekomunikasi, organisasi internasional, dan perusahaan.

Ke depan, Huawei akan terus mendorong inovasi dalam teknologi jaringan pedesaan, memperkuat kolaborasi terbuka, serta mempercepat program pemberdayaan keahlian digital. Melalui berbagai langkah nyata, Huawei berkomitmen untuk terus berkontribusi membangun dunia digital yang lebih adil dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Wellness Experience Menjadi Bagian dari Pengalaman Menginap di Lebih dari 70 Properti Archipelago Hotels
WEPSEA 2026 Dorong Perkembangan Pasar Kemasan Pangan Berkelanjutan di Indonesia lewat Forum tentang Pulp Molding, Mempertemukan Berbagai Merek dengan Ekosistem Kemasan
Laporan Omdia Semester I-2026: Hisense Pimpin Pasar Global TV 100 Inci ke Atas
ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026
Sogang University Buka Jalur Bebas Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Pascasarjana Internasional Bidang STEM di Seoul
LX Pantos Indonesia Tingkatkan Komitmen CSR dengan Merenovasi Sekolah di Bekasi
NILAI PENDAPATAN WISATA KESEHATAN ASAL INDONESIA DI MALAYSIA CETAK REKOR RM2,2 MILIAR, MHX KEMBALI HADIR DI YOGYAKARTA
WYF Himpun Lebih dari 400 Pelajar dalam Ajang Future Liberal Arts Leadership Summit di Makau
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Wellness Experience Menjadi Bagian dari Pengalaman Menginap di Lebih dari 70 Properti Archipelago Hotels

Selasa, 25 Agustus 2026 - 23:18 WIB

WEPSEA 2026 Dorong Perkembangan Pasar Kemasan Pangan Berkelanjutan di Indonesia lewat Forum tentang Pulp Molding, Mempertemukan Berbagai Merek dengan Ekosistem Kemasan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Laporan Omdia Semester I-2026: Hisense Pimpin Pasar Global TV 100 Inci ke Atas

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:15 WIB

ICP DAS-BMP Pamerkan Inovasi TPU Medis di Ajang Medical Manufacturing Asia 2026

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:00 WIB

Sogang University Buka Jalur Bebas Biaya Kuliah bagi Mahasiswa Pascasarjana Internasional Bidang STEM di Seoul

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:30 WIB

NILAI PENDAPATAN WISATA KESEHATAN ASAL INDONESIA DI MALAYSIA CETAK REKOR RM2,2 MILIAR, MHX KEMBALI HADIR DI YOGYAKARTA

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:18 WIB

WYF Himpun Lebih dari 400 Pelajar dalam Ajang Future Liberal Arts Leadership Summit di Makau

Senin, 24 Agustus 2026 - 03:00 WIB

Menjawab Pertumbuhan Pariwisata, Archipelago Hotels Terus Berkembang Menjangkau Beragam Pasar

Berita Terbaru