Tugas Dewan Kawasan Aglomerasi adalah untuk Harmonisasi, Sinkronisasi, Perencanaan, dan Evaluasi

Avatar photo

- Pewarta

Minggu, 31 Maret 2024 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Facebook.com/@Tito Karnavian)

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. (Facebook.com/@Tito Karnavian)

HELLODEPOK.COM – Pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi dalam Rancangan Undang-Undang tentang Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ) tidak akan mengambil alih kewenangan pemerintah daerah.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan hal itu saat menyampaikan pendapat akhir mewakili Presiden dalam Pengambilan Keputusan Tingkat II RUU DKJ pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR DPR RI, Jakarta, Kamis (28/3/2024)

“Dibentuknya Dewan Kawasan Aglomerasi sekali lagi yang tugasnya hanya harmonisasi, sinkronisasi, perencanaan, dan evaluasi.”

“Bukan mengambil alih kewenangan pemerintahan daerah,” kata Tito.

Tito menjelaskan bahwa pemerintah, DPR dan DPD RI dalam pembahasan RUU DKJ sepakat perlunya semacam lembaga.

Yang menjadi konduktor untuk mengorkestrasi wilayah-wilayah Jakarta dan sekitarnya sehingga disebut dengan kawasan aglomerasi.

Baca artikel lainnya di sini : 88 Rumah Terendam, Curah Hujan dengan Intensitas Tinggi Akibatkan Banjir dan Longsor di Kota Palopo

Ia menambahkan pembentukan Dewan Kawasan Aglomerasi akan ditentukan atau ditetapkan oleh presiden.

Sehingga diharapkan akan tercipta keharmonisan dan keserasian pembangunan wilayah aglomerasi.

Baca artikel lainnya di sini : Apresiasi Partai Golkar, Prabowo Subianto: Sebagai Alumni Golkar Kita Harus Belajar, Ilmunya Banyak

Mendagri menyebut keberadaan kawasan aglomerasi disepakati karena perkembangan Jakarta tidak dapat terlepas dari wilayah sekitarnya.

Kawasan aglomerasi meliputi:

1. Provinsi Daerah Khusus Jakarta
2. Kabupaten Bogor
3. Kabupaten Tangerang
4. Kabupaten Bekasi

5. Kabupaten Cianjur
6. Kota Bogor
7. Kota Depok, Kota Tangerang8. Kota Tangerang Selatan
9. Kota Bekasi.

“Sehingga sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan pembangunan amat diperlukan, terutama untuk menangani masalah-masalah bersama Jakarta dan sekitarnya.”

“Speperti masalah banjir, transportasi, polusi, penanganan sampah dan lain-lain,” katanya.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Tito lantas memaparkan beberapa hal yang menjadi sorotan publik dalam pembahasan RUU DKJ yang disepakati pemerintah bersama DPR dan DPD RI lainnya.

Yakni tentang pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi DKJ disepakati penentuannya akan tetap dilaksanakan secara demokratis melalui pemilihan kepala daerah (pilkada).

“Disepakati bahwa rekrutmen gubernur dan wakil gubernur akan tetap dipilih secara demokratis langsung oleh rakyat Jakarta,” ujarnya.

Kemudian, lanjut dia, adanya kewenangan khusus di bidang kebudayaan yang memberi atensi pada pengembangan budaya Betawi di Jakarta.

Lalu, adanya kewangan pengelolaan keuangan pada kelurahan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada di kelurahan masing-masing.

Sehingga persoalan-persoalan Jakarta secara keseluruhan dapat diselesaikan secara akurat dan fokus.

Selanjutnya, aset pemerintah pusat di Jakarta, yakni Kawasan Gelora Bung Karno, Monumen Nasional, dan Kemayoran disepakati tetap dikelola pemerintah pusat karena mengandung nilai-nilai sejarah Indonesia.

“Kemudian kami juga menyetujui dan berterima kasih atas kesepakatan yang baru saja dicapai dalam rapat paripurna ini mengenai perlunya penyempurnaan pasal yang berkaitan dengan lalu lintas DKJ,” tuturnya.

Terakhir, kata Tito, pemerintah, DPR dan DPD RI sepakat membuat norma masa transisi perpindahan agar Jakarta dapat merencanakan penyesuaian secara bertahap seiring pembangunan yang sedang berjalan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Di antaranya tentang masa transisi ini adalah waktu perpindahan yang nantinya akan ditentukan presiden dengan penerbitan produk aturan yang berada dalam otoritas presiden, baik perpres ataupun kepres,” kata Tito.

Mendagri juga menjelaskan bahwa RUU DKJ diperlukan sebagai konsekuensi lahirnya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2023 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Rapat Paripurna DPR RI ke-14 Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2023-2024 pada akhirnya menyetujui pengambilan keputusan Tingkat II atas RUU DKJ guna disahkan menjadi undang-undang.

“Hal yang sangat monumental yaitu revisi Undang-Undang Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta menjadi Undang-Undang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta,” ucap dia.***

Artikel di atas, sudah dìterbitkan di portal berita nasional metropolitan Heijakarta.com

Sempatkan juga untuk membaca berbagai berita dan informasi lainnya di media online Haiindoneisa.com dan Kabarkalbar.com   

Pastikan juga download aplikasi portal berita Hallo.id di Playstore (android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik.

Sedangkan untuk publikasi press release di media online ini, atau pun serentak di puluhan media lainnya, dapat menghubungi Jasasiaranpers.com.

WhatsApp Center: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

 

Berita Terkait

1 Mobil Masuk Lubang dan 2 Korban Luka Ringan Ditangani RS Sukabumi dalam Insiden Longsor di Tol Bocimi
BKN, BNSP, dan Bappenas Berdiskusi: Solusi Terbaik Disparitas Data ASN
Satu Orang Tertimbun Longsor di Kabupaten Bogor dan Sebanyak 219 Jiwa Mengungsi Akibat Banjir
Sejumlah Rumah Warga Rusak, Kecamatan Caringin dan Megamendung di Bogor Diterjang Angin Kencang
PT Transjakarta Tunda Pembukaan Rute Pondok Cabe – Lebak Bulus, Ternyata Penyebabnya Soal Perizinan
4 Tersangka dan Seorang ABH Diduga Kuat Lakukan Tindakan Asusila dalam Kasus Bullying di SMA Binus School
2 Remaja Hendak Tawuran di Kabupaten Bekasi Berhasil Diamankan, Berani Acungkan Senjata Tajam ke Polisi
Begini Penjelasan KCI Terkait Adanya Gangguan Layanan Kereta Rel Listrik Rute Jakarta Kota
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Rabu, 13 Maret 2024 - 10:51 WIB

Polisi Depok Ungkap Kronologi Jasad Pria yang Ditemukan Tengkurap dan Banyak Darah di Bawah Badan

Selasa, 5 Maret 2024 - 23:13 WIB

Kapolres Metro Depok Apresiasi Jamaah Majelis Taklim Balai Wartawan Kota Depok

Selasa, 27 Februari 2024 - 15:14 WIB

Kasus Pencurian Laptop Terjadi di Rumah Warga Kawasan Cipayung, Kota Depok, Pelakunya Terekam Kamera CCTV

Jumat, 23 Februari 2024 - 16:58 WIB

Hadiri Forum Rencana Kerja Bappeda Kota Depok, Ketua PWI : Dengan Kritikan Terbukti Pembangunan Semakin Maju

Jumat, 23 Februari 2024 - 15:43 WIB

Kepala Kantor Pajak Pratama Depok Cimanggis Sambangi Kantor PWI Kota Depok

Selasa, 13 Februari 2024 - 07:05 WIB

Korban Sempat Minum Minuman Keras, Polisi Masih Selidiki Kasus Dugaan Pembunuhan Anggota Ormas

Senin, 12 Februari 2024 - 08:14 WIB

Hadiri HPN PWI Kota Depok, Bang Pradi : Saya Mengajak Masyarakat Gunakan Hak Pilihnya,Jangan Golput

Senin, 12 Februari 2024 - 07:52 WIB

Hadiri HPN 2024 PWI Kota Depok, Kadiskominfo : Pers Menjadi Mitra Kritis dan Konstruktif Bagi Pemerintah

Berita Terbaru