Setelah Permainan Usai, Raja dan Pion Masuk ke Dalam Kotak Yang Sama

Oleh: Eman Sutriadi

- Pewarta

Senin, 23 Februari 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

 

Di atas papan catur, raja berdiri dengan wibawa. Geraknya terbatas, tetapi nilainya paling tinggi. Di sekelilingnya, pion-pion kecil melangkah perlahan, sering kali dikorbankan, jarang dipuji. Permainan berlangsung dengan strategi, ambisi, dan ketegangan. Ada yang merasa unggul, ada yang merasa tidak berarti. Namun ketika permainan selesai dan tangan pemain mulai merapikan bidak-bidak itu, semua peran runtuh dalam satu gerakan sederhana. Raja dan pion dimasukkan ke dalam kotak yang sama. Tidak ada lagi tahta. Tidak ada lagi perbedaan posisi.

Begitulah kehidupan manusia berjalan di atas panggung dunia. Ada yang memegang kuasa, ada yang hidup sederhana. Ada yang dihormati, ada yang dipandang biasa saja. Secara sosial, peran dan status menjadi identitas yang begitu melekat. Secara psikologis, kita sering membangun harga diri berdasarkan posisi di mata orang lain. Padahal waktu terus bergerak tanpa memihak. Setelah permainan usai, raja dan pion masuk ke dalam kotak yang sama. Kalimat ini mengandung kesadaran yang mengguncang tentang kefanaan, kesetaraan, dan makna hidup yang sesungguhnya.

1. Status Hanyalah Peran Sementara

Dalam kehidupan, kita memainkan banyak peran. Ada yang menjadi pemimpin, ada yang menjadi bawahan. Ada yang kaya, ada yang hidup dalam keterbatasan. Namun semua itu hanyalah peran dalam satu babak waktu. Seperti bidak catur, nilai kita di papan permainan tidak menentukan tempat akhir kita. Kesadaran ini membebaskan kita dari kesombongan sekaligus dari rasa rendah diri. Jika status hanya sementara, maka yang lebih penting adalah bagaimana kita menjalankan peran itu dengan integritas dan tanggung jawab.

2. Kuasa yang Tidak Abadi

Raja di papan catur terlihat paling berharga, tetapi ia tetap tergantung pada aturan permainan. Ia bisa dilindungi, tetapi juga bisa terancam. Begitu pula manusia yang memiliki kekuasaan. Kuasa sering memberi ilusi keabadian, seolah semuanya berada dalam kendali. Padahal sejarah menunjukkan bahwa kekuasaan selalu berpindah tangan. Waktu adalah pemain sejati yang tak bisa dikalahkan. Menyadari keterbatasan kuasa membuat hati lebih rendah dan lebih bijak dalam menggunakan amanah.

3. Nilai yang Tidak Ditentukan oleh Posisi

Pion sering dipandang remeh, padahal tanpa pion, permainan tidak berjalan. Banyak peran kecil dalam kehidupan yang tidak terlihat, tetapi sangat menentukan. Secara sosial, kita cenderung memuja yang menonjol dan melupakan yang tersembunyi. Padahal kemuliaan tidak selalu berada di sorotan. Ada orang yang bekerja dalam diam, berbuat baik tanpa dikenal, tetapi kontribusinya nyata. Ketika permainan usai, bukan sorotan yang dibawa, melainkan jejak kebaikan yang tertanam dalam kehidupan orang lain.

4. Kesetaraan di Hadapan Akhir

Kematian adalah titik di mana semua atribut dunia ditanggalkan. Gelar, harta, jabatan, semuanya tidak ikut masuk ke dalam kotak terakhir. Kesadaran ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk menyeimbangkan perspektif. Jika akhirnya sama, maka hidup bukan tentang siapa yang paling tinggi di papan, tetapi tentang bagaimana kita memainkan langkah dengan jujur. Kesetaraan di akhir mengajarkan kita untuk memperlakukan sesama dengan hormat, karena siapa pun kita hari ini, esok kita berada pada garis yang sama.

5. Memainkan Hidup dengan Kesadaran

Jika kita tahu bahwa semua bidak akan kembali ke kotak yang sama, maka cara kita bermain seharusnya berubah. Kita tidak lagi terobsesi menjadi raja, dan tidak lagi malu menjadi pion. Kita fokus pada langkah yang benar, bukan pada pujian. Kita sadar bahwa waktu terbatas dan setiap gerak memiliki konsekuensi. Dalam kesadaran ini, hidup menjadi lebih bermakna. Kita tidak hanya mengejar kemenangan sementara, tetapi berusaha meninggalkan nilai yang lebih dalam dari sekadar posisi.

Jika pada akhirnya raja dan pion kembali ke tempat yang sama, apa yang sebenarnya sedang kita perjuangkan mati-matian hari ini?
—–
Dirangkum dari berbagai bacaan
Depok, 5 Ramadhan 1447 H
Eman Sutriadi

Berita Terkait

Etika Wakil Rakyat dan Demokrasi Lokal: Kritik Publik, LSM, dan Bahaya Jarak Kekuasaan
GPK RI Minta Warga Tak Terprovokasi: Hati-Hati Pengalihan Isu!
CV VIP Tersandung Korupsi Timah, Kejagung Sita Aset Rest Area Jagorawi Bernilai Fantastis
Unggah Meme Bergambar Presiden Prabowo Subianto di Media Sosial X, Polisi Tangkap Perempuan SSS
Inilah Suasana Saat Prabowo Subianto dan Tokoh Filantropi Bill Gates Cek Makan Bergizi Gratis di Jaktim
Minta Tinggalkan Mental ”Kumaha Engke’, Ini Alassn Presiden Prabowo Subianto Sampaikan Pesan Itu
Saksi Fauzi Amro dan Charles Meikyansyah Tak Hadir di KPK dalam Kasus Penyaluran Dana CSR BI
Hadiah Hari Buruh, Presiden Prabowo Umumkan Pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh dan Satgas PHK
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:51 WIB

Dari Nuansa Pesisir Tropis hingga Arena Pantai: Sanya Perkuat Jembatan Persahabatan Asia melalui Asian Beach Games 2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:22 WIB

Asian Beach Games ke-6 di Sanya Resmi Berakhir, Tim China Menempati Posisi Teratas Klasemen Medali

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:20 WIB

Dari Nuansa Pesisir Tropis hingga Arena Pantai: Sanya Perkuat Jembatan Persahabatan Asia melalui Asian Beach Games 2026

Kamis, 30 April 2026 - 15:10 WIB

CMEF 2026 Resmi Ditutup di Shanghai, Tampilkan Inovasi Medis Global dan Tren Industri Masa Depan

Kamis, 30 April 2026 - 09:00 WIB

Hisense Angkat Perpaduan Dunia Mode dan Gaya Hidup Lewat Program Aktivasi Menjelang Penayangan “The Devil Wears Prada 2” pada 1 Mei

Kamis, 30 April 2026 - 07:44 WIB

For the Reasons that Matter: Kampanye Multi-Negara yang Menyoroti Kesehatan Pernapasan Dewasa

Kamis, 30 April 2026 - 04:00 WIB

Dorong Revolusi Pangan Global, Teknologi “Food Processing” Jepang Tampil di Panggung Dunia

Kamis, 30 April 2026 - 01:30 WIB

Dukung Infrastruktur Digital Asia, FICER Hadirkan Solusi Konektivitas Skalabel Masa Depan di Ajang Asia Tech x Singapore – CommunicAsia 2026

Berita Terbaru