HELLODEPOK.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengatakan Partai Demokrat dan Partai Gerindra saling menjaga etika politik.
Terkait Pilpres 2024, Partai Demokrat memahami bahwa Partai Gerindra berada di koalisi berbeda.
Yakni Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya bersama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
“Dan juga Partai Demokrat saat ini berada dalam koalisi perubahan bersama Partai NasDem dan PKS.”
Baca Juga:
Ketika Fitnah Jadi Viral: Ridwan Kamil Seret Lisa Mariana ke Pengadilan
KPK Terus Beraksi: Geledah Bogor dan Depok dalam Kasus Korupsi PT IIM
Terkuak! Skandal Titip Menitip Siswa Goyang SPMB Jawa Barat 2025, Siapa Pelakunya?
Baca artikel menarik lainnya, di sini: Terkait Perayaan Puncak Bulan Bung Karno di Stadion Bung Karno, PDIP Minta Maaf kepada Partai Demokrat
“Tentu banyak hal yang kami bicarakan terkait pilpres ini, termasuk juga keinginan kami agar pemilu juga pilpres berjalan dengan baik, damai, demokratis,” kata Teuku Riefky.
Teuku Riefky menambahkan komunikasi antara kedua partai itu perlu terus dijaga karena perlu banyak partai politik (parpol) di Indonesia untuk mengurus bangsa dan menjaga proses demokrasi.
“Kami ingin stabilitas politik nasional harus diupayakan kondusif,” jelas Teuku Riefky.
Baca Juga:
Komunikasi Strategis Publikasi Press Release, Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar
CV VIP Tersandung Korupsi Timah, Kejagung Sita Aset Rest Area Jagorawi Bernilai Fantastis
“Stabilitas politik nasional tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya, tidak hanya dalam menjelang, tetapi saat dan pasca-pemilu.”
Lebih lanjut, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kedatangannya ke DPP Partai Demokrat adalah bagian dari silaturahim politik dan menyambung persaudaraan di antara keduanya.
“Ini adalah upaya kami untuk menyambung persaudaraan yang sudah dibangun,” kata Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani menambahkan pertemuan tersebut berbicara tentang persoalan kebangsaan dan kenegaraan.
Baca Juga:
Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat, KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi
Kedua partai saling bertukar pandangan dan pengalaman terkait cara meyakinkan rakyat dalam Pemilu 2024.
“Kami juga bicara tentang bagaimana perlunya partai politik eksis di dalam legislatif, baik di kabupaten, kota, provinsi, bahkan DPR RI,” ujar Ahmad Muzani.
Ahmad Muzani pun menjelaskan silaturahim kebangsaan tersebut melanjutkan pertemuan-pertemuan yang sebelumnya sudah dilakukan elite Partai Demokrat dan Partai Gerindra.
Untuk diketahui, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pacitan, Jawa Timur, pada Mei 2023.
Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.
Kemudian, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Prabowo Subianto di Rumah Kertanegara, Jakarta, pada Juni 2023.***















