![]() |
JAKARTA, Indonesia, 10 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Aliansi industri pertama di Indonesia yang berfokus pada FAST (Free Ad-supported Streaming TV) resmi diluncurkan di Jakarta. Melalui inisiatif ini, stasiun TV, perusahaan teknologi, dan perusahaan media mendorong transformasi digital di industri TV.
Indonesia FAST Media Alliance digagas oleh Coolita dan China Intercontinental Communication Center (CICC). Aliansi ini beranggotakan sejumlah stasiun TV publik dan swasta terkemuka di Indonesia, yakni TVRI, Metro TV, GARUDA TV, BTV, Jawa Pos Multimedia, dan JAKTV, sedangkan Tencent Cloud menjadi mitra teknologi.
FAST memadukan pengalaman menonton TV linear dengan distribusi konten melalui internet dan layanan streaming yang didukung iklan. Di berbagai negara, semakin banyak stasiun TV memanfaatkan FAST untuk memperluas jangkauan siaran, menghadirkan konten lokal bagi pengguna connected TV (CTV), serta membuka model distribusi digital baru.
Melalui aliansi ini, pelaku industri penyiaran di Indonesia lebih mudah mengeksplorasi perkembangan tersebut. Para anggota aliansi akan bekerja sama mengembangkan kanal FAST, distribusi konten digital, dan teknologi, serta mempertahankan keunggulan TV terestrial yang dapat diakses secara gratis. Aliansi ini juga memperluas peluang kerja sama antara industri media Indonesia dan mitra internasional.
Sebagai salah satu penggagas, Coolita mengoperasikan platform smart TV di lebih dari 100 negara dan wilayah, yang memiliki lebih dari 40 juta pengguna di seluruh dunia, termasuk lebih dari lima juta pengguna di Indonesia. Lewat layanan FAST, Coolita Channel menyediakan lebih dari 1.000 kanal gratis yang mencakup program berita, olahraga, film, dan berbagai genre lainnya. Layanan ini menjadi salah satu pilihan distribusi CTV bagi lembaga penyiaran.
Peluncuran aliansi tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan "China–Indonesia Youth Cultural Exchange Series" di Jakarta. Dalam acara ini, perwakilan industri membahas perkembangan TV, media digital, dan FAST, termasuk arah industri penyiaran Indonesia pada masa depan. Para peserta menilai bahwa perubahan kebiasaan menonton menuju CTV membutuhkan kolaborasi yang lebih erat antara stasiun TV, penyedia teknologi, dan pemilik konten. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendukung perkembangan industri TV Indonesia pada tahap berikutnya.
Indonesia FAST Media Alliance terbuka bagi pelaku industri lainnya dan diharapkan terus berkembang seiring bergabungnya lebih banyak stasiun TV, pemilik konten, serta mitra dalam ekosistem FAST di Indonesia.















