Kartini Masa Kini Tidak Menunggu, Ia Berani Membangun Bisnisnya Sendiri

Menakar Harapan di Ujung Pipet: Kartini Itu Kini Ada di Ruang Formulasi

Avatar photo

- Pewarta

Jumat, 17 April 2026 - 15:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

APRIL selalu datang dengan cara yang sama: kebaya, sanggul, dan kutipan-kutipan lama yang berulang. Tapi di beberapa tempat, Kartini tidak lagi tinggal dalam seremoni.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Ia hidup—diam-diam—di ruang-ruang kecil yang dipenuhi botol kaca, aroma bahan aktif, dan perempuan-perempuan yang sedang belajar berdiri di atas kaki sendiri.

Di sana, emansipasi tidak dibicarakan. Ia diracik.

Namanya Teman Farmasi. Bukan sekadar tempat kursus, tapi semacam bengkel sunyi bagi mereka yang ingin berhenti jadi penonton di industri kecantikan.

Di tengah pasar yang didominasi brand besar dan produk impor, tempat ini terasa seperti ruang perlawanan—tenang, tapi terarah.

Dari Konsumen ke Pencipta

Ada satu pola lama yang mulai retak: perempuan sebagai target pasar. Di Teman Farmasi, pola itu dibalik.

Mereka diajak masuk ke hulu—memahami bahan, merancang formula, sampai membaca logika di balik tiap tekstur produk.

Awalnya ragu, itu pasti. Banyak yang datang dengan latar belakang nol.

Bahkan untuk menyebut nama bahan pun kadang masih terbata.

Tapi pelan-pelan, bahasa itu berubah. Dari “cocok atau tidak di kulit” menjadi diskusi tentang stabilitas, pH, dan komposisi.

Di titik itu, ada pergeseran penting: dari sekadar memakai, menjadi memahami.

Dan memahami, dalam konteks ini, adalah bentuk kuasa.

Emansipasi yang Tidak Bising

Tidak ada spanduk besar bertuliskan “pemberdayaan perempuan”. Tidak ada jargon yang terlalu tinggi.

Yang ada justru hal-hal sederhana: timbangan digital, catatan formulasi, dan percakapan kecil yang penuh rasa ingin tahu.

Namun justru di situlah letak kekuatannya.

Ketika seorang ibu rumah tangga mulai bisa menjelaskan fungsi emulsifier, atau seorang karyawan mulai merancang produknya sendiri, itu bukan lagi soal kosmetik.

Itu soal kendali—atas pilihan, atas ekonomi, atas masa depan.

Teman Farmasi tampaknya paham satu hal yang sering terlewat: kemandirian tidak lahir dari motivasi semata, tapi dari keterampilan yang bisa dipraktikkan.

Dan di sini, keterampilan itu diajarkan tanpa banyak drama.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Kartini yang Berganti Wujud

Jika dulu Kartini memperjuangkan akses pendidikan, hari ini perjuangan itu menjelma dalam bentuk yang lebih teknis.

Bukan lagi soal boleh sekolah atau tidak, tapi sejauh mana ilmu bisa diubah jadi nilai ekonomi.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Perempuan-perempuan di ruang formulasi itu mungkin tidak menyebut diri mereka pejuang.

Tapi apa yang mereka lakukan—belajar, mencoba, gagal, lalu mencoba lagi—adalah bentuk emansipasi paling nyata.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Sunyi, tapi berdampak.

April, pada akhirnya, bukan soal mengenang. Tapi soal melanjutkan.

Dan di tempat seperti Teman Farmasi, warisan itu tidak disimpan dalam buku sejarah.

Ia hidup di setiap tetes formula, di setiap produk yang lahir, dan di setiap perempuan yang akhirnya berani berkata: “Saya bisa bikin sendiri.”

Karena pada akhirnya, merdeka itu bukan slogan.

Ia adalah keputusan.

Berita Terkait

Ingin Tampil di Media Ekonomi dan Bisnis Nasional? Persrilis.com Siap Publikasikan Press Release Anda!
Komunikasi Strategis Publikasi Press Release, Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar
Berikan Jasa PR dan Komunikasi Terpadu Lewat Press Release, Sapulangit PR Kolaborasi dengan Persrilis.com
Situs Pusatsiaranpers.com Tampil Segar dengan Desain Baru, Makin Semangat Layani Pelanggan Jasa Siaran Pers
Jasasiaranpers.com Gelar Paket Promo Akhir Tahun 2023, Beli Publikasi 1 Press Release Dapat 1 Publikasi Gratis
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Rabu, 1 April 2026 - 20:14 WIB

Keluarga Besar Ghama Gelar Halal Bihalal Bersama Sivitas Akademika dan Insan Pers

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:32 WIB

Menjelang Akhir Ramadan MT Balai Wartawan Khatamkan Al-Qur’an dan Bukber, Ade Supriyatna: Luarbiasa Mengumpulkan Wartawan di Majelis Kebaikan

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:28 WIB

Diduga Melakukan Penipuan Investasi Bodong, Kasno Resmi Laporkan HS ke Polres Metro Depok

Minggu, 15 Maret 2026 - 07:46 WIB

Keluarga Besar SMK Fornus dan Alumni Menggelar Buka Puasa Bersama Memupuk Solidaritas, Silaturahmi, Inovasi dan Motivasi bagi Siswa

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:24 WIB

Neno Warisman Apresiasi Program Wartawan Mengaji di PWI Kota Depok

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:09 WIB

Ramadan Hari Keempatbelas Humas UI Menggelar Buka Bersama PWI dan IJTI Kota Depok

Jumat, 27 Februari 2026 - 20:34 WIB

Ramadan Hari Kedelapan MT Balwan Menggelar Pengajian dan Buka Puasa Bersama

Senin, 23 Februari 2026 - 21:18 WIB

Ramadan Hari keempat Rumah Joglo Menggelar Buka Bersama Tokoh Masyarakat dan Warga Puri Bojong Lestari

Berita Terbaru