Pangsa Pasar Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat Berpotensi Mencapai 40%

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan Dampak terbaru Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) mencatat lebih dari 550.000 hektare lahan terlindungi, hampir 3 juta ton emisi gas rumah kaca yang berhasil dicegah, serta US$7,9 juta pendapatan yang dihasilkan bagi petani kecil. 

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

KUALA LUMPUR, Malaysia, 4 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Pada 2025, penjualan Minyak Sawit Berkelanjutan Bersertifikat RSPO (CSPO) mencapai 16,2 juta metrik ton, atau setara dengan 20% dari total pasokan minyak sawit global. Data yang diungkap dalam RSPO Impact Report 2026 menunjukkan bahwa seiring meningkatnya pasokan CSPO, potensinya masih jauh lebih besar. Produsen anggota RSPO kini memiliki total kapasitas produksi CSPO sebesar 31,4 juta metrik ton.

Potensi transformasi pasar global sangat kuat, terutama di Amerika Latin, tempat anggota RSPO menyumbang hampir 75% dari produksi regional, dengan 29,3% di antaranya telah Bersertifikat RSPO pada 2024. Afrika mencatat lonjakan pasokan yang signifikan sebesar 46,23%. Tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pasokan CSPO berpotensi mencapai hampir 40% dari pasokan minyak sawit global seiring makin banyaknya perkebunan anggota yang disertifikasi berdasarkan Standar RSPO.

"Dengan kapasitas anggota produsen kami yang mampu memasok hampir 40% dari permintaan global, kita tidak lagi mempertanyakan apakah minyak sawit berkelanjutan dapat diwujudkan, tetapi kini berfokus memperluas penerapannya di pasar global. Laporan ini menunjukkan bahwa minyak sawit berkelanjutan memberikan dampak yang terukur dan bernilai," ujar Joseph D’Cruz, CEO RSPO.

Keanggotaan RSPO terus bertumbuh, dengan 6.280 anggota di 103 negara dan wilayah di seluruh dunia. Pertumbuhan keanggotaan terbesar tercatat di Tiongkok, Indonesia, dan Jepang, mencerminkan semakin tingginya kesadaran pasar di Asia, khususnya di negara-negara konsumen utama minyak sawit.

Memperluas Kemajuan Konservasi dan Iklim

Selain perluasan pasar, laporan ini menyoroti kemajuan signifikan dalam perlindungan lingkungan.

Anggota RSPO melestarikan dan melindungi 551.637 hektare lahan penting. Jika sebelumnya data dampak hanya melaporkan kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCV), total tersebut kini juga mencakup kawasan dengan Stok Karbon Tinggi (HCS) area dan lahan gambut. Kisah- dari lapangan memberikan gambaran nyata tentang penerapan perlindungan keanekaragaman hayati, mulai dari berbagai spesies yang dijumpai di tepian perkebunan hingga pemulihan aliran air dan koridor satwa liar. Di Kalimantan Barat, Indonesia, Bumitama Agri Ltd membentuk Proyek Keanekaragaman Hayati dan Masyarakat, yang berupaya memperoleh keputusan hukum untuk memberikan perlindungan resmi terhadap lebih dari 8.300 hektar kawasan konservasi.

Anggota RSPO terus membuktikan bahwa komitmen iklim dapat diukur, diverifikasi, dan diwujudkan melalui berbagai upaya, termasuk rehabilitasi lahan gambut dan pengurangan emisi metana melalui penangkapan gas dari Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit. Secara kumulatif, sejak 2015 sebanyak 2,98 juta tCO2e emisi gas rumah kaca per tahun telah berhasil dihindari, setara dengan mengurangi 694.512 mobil dari jalan raya.

Memberdayakan pekerja dan petani kecil

Sertifikasi RSPO terus mendorong penguatan standar sosial di seluruh rantai pasokan. Sebanyak 661.219 pekerja dipekerjakan secara langsung dalam operasi Bersertifikat RSPO, dengan sistem yang dirancang untuk melindungi hak dan kebebasan mereka.

Petani kecil mandiri memperoleh US$7,9 juta dari penjualan kredit pada 2025. Efektivitas jangka panjang bergantung pada peningkatan dan perluasan permintaan global terhadap kredit untuk mempertahankan nilainya serta memastikan petani kecil memperoleh imbalan yang sepadan atas upaya keberlanjutan mereka. Petani kecil terus mendapat dukungan melalui Smallholder Training Academy (STA) dan RSPO Smallholder Support Fund (RSSF), yang telah memberikan manfaat kepada 44.796 petani kecil sejak 2013.

Pelaporan yang Disempurnakan

Melengkapi laporan baru ini, situs RSPO Impact 2026 yang telah disempurnakan menyediakan sumber informasi yang lebih komprehensif. Laporan cetak menyajikan gambaran umum yang ringkas mengenai kemajuan tahunan RSPO, sedangkan situs interaktif menawarkan kumpulan data yang lebih luas, tren selama beberapa tahun, indikator tambahan, serta informasi pendukung bagi para pemangku kepentingan yang ingin memperoleh wawasan lebih mendalam.

RSPO mengajak para anggota, mitra, media, dan masyarakat untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kemajuan bersama menuju sektor minyak sawit yang lebih berkelanjutan.

Tentang RSPO:
Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) merupakan kemitraan global yang bertujuan mewujudkan industri minyak sawit yang berkelanjutan. Didirikan pada tahun 2004, RSPO merupakan organisasi nirlaba multi pemangku kepentingan yang menyatukan para anggotanya dari seluruh rantai nilai minyak sawit, termasuk produsen kelapa sawit, pengolah dan pedagang minyak sawit, produsen barang konsumsi, peritel, bank dan investor, organisasi non pemerintah (LSM) di bidang lingkungan hidup atau konservasi alam, serta LSM di bidang sosial atau pembangunan.

Sebagai kemitraan yang mendorong kemajuan dan menciptakan dampak positif, RSPO memfasilitasi perubahan di tingkat global untuk mewujudkan produksi dan konsumsi minyak sawit yang berkelanjutan. Untuk mendorong perubahan, kami mengomunikasikan manfaat lingkungan dan sosialnya. Untuk mewujudkan kemajuan, kami mendorong kolaborasi. Untuk memberikan jaminan, kami menetapkan standar sertifikasi.

RSPO terdaftar sebagai asosiasi internasional di Zurich, Swiss, dengan kantor pusat di Malaysia dan Indonesia, serta kantor di Tiongkok, Kolombia, Belanda, Inggris, dan Amerika Serikat.

Berita Terkait

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili
VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif
YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia
Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU
CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing
Malou Oheix dari Prancis Raih Juara Satu pada Kompetisi Vokal Jazz Internasional Herbie Hancock Institute 2026 di Fondation Louis Vuitton
CHINT Pamerkan “Prefab Power Pod” di Ajang DCWA 2026, Percepat Pembangunan Pusat Data AI
LGMG Pamerkan Teknologi “Ultra-Fast Charging” dan Solusi Energi Terintegrasi untuk Elektrifikasi di Sektor Pertambangan
Hello Media Group (HMG) mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release, content placement, dan iklan. Penting untuk instansi, organisasi, dunia bisnis, dan tokoh publik. Kerja sama, hubungi: 08531-5557788

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:11 WIB

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

VT Markets Gandeng Island Sports Club, Padukan Dunia Trading dan Gaya Hidup Aktif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 05:22 WIB

YR Fitness Bermitra dengan PrimaFit dan Berekspansi ke Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:34 WIB

Eileen Gu Tampil sebagai Pembicara dalam KFF Inspiring Women Leadership Series di SMU

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:48 WIB

CCTV+: Forum Respons Cepat atas Pengaduan Publik Digelar di Beijing

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:27 WIB

CHINT Pamerkan “Prefab Power Pod” di Ajang DCWA 2026, Percepat Pembangunan Pusat Data AI

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

LGMG Pamerkan Teknologi “Ultra-Fast Charging” dan Solusi Energi Terintegrasi untuk Elektrifikasi di Sektor Pertambangan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:19 WIB

FORTHING Perkenalkan Seri TK di Eropa, Buka Babak Baru dalam Ekspansi NEV ke Pasar Global

Berita Terbaru

Pers Rilis

XTransfer Luncurkan Layanan Pembayaran Lintasnegara di Chili

Rabu, 14 Okt 2026 - 12:11 WIB