HELLODEPOK.COM – Momen tak terduga terekam usai Sidang Paripurna MPR/DPR di kompleks parlemen, Senayan, Rabu, 16 Agustus 2023.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo terdengar meneriakkan kata “Presiden” kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto.
Mulanya awak media berupaya menghadang Prabowo Subianto untuk meminta komentar.
Namun, Prabowo Subianto bergeming dan terus berjalan berjalan ke arah Nusantara III.
Baca Juga:
Ketika Fitnah Jadi Viral: Ridwan Kamil Seret Lisa Mariana ke Pengadilan
KPK Terus Beraksi: Geledah Bogor dan Depok dalam Kasus Korupsi PT IIM
Terkuak! Skandal Titip Menitip Siswa Goyang SPMB Jawa Barat 2025, Siapa Pelakunya?
Tepat di depan pintu Nusantara III, ada Dito Ariotedjo sedang meladeni permintaan foto sejumlah orang.
Baca artikel lainnya di sini: Sejumlah Organisasi Relawan Pendukung Jokowi Putuskan Dukung Prabowo Subianto, Ini Alasannya
Sesi itu kemudian terhenti lantaran terhalang pengawalan dan awak media yang membuntuti Prabowo Subianto.
Salah satu rombongan Ariotedjo berteriak “Prabowo”, Dito kemudian menyambungnya dengan kata “Presiden”.
Baca Juga:
Komunikasi Strategis Publikasi Press Release, Kunci UMKM Memenangkan Perhatian Media dan Pasar
CV VIP Tersandung Korupsi Timah, Kejagung Sita Aset Rest Area Jagorawi Bernilai Fantastis
Dito Ariotedjo menyerukan kata tersebut beberapa kali sembari tersenyum ke arah Prabowo.
Dito Ariotedjo merupakan kader muda Partai Golkar yang ditunjuk menjadi Menpora pada April 2023 lalu.
Kehadiran para menteri kabinet di Senayan dalam rangka pembahasan RUU APBN dan Nota Keuangan.
Sebelumnya, partai tempat Dito Ariotedjo bernaung telah mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo untuk berlaga di Pilpres 2024, Minggu (13/8/2023).
Baca Juga:
Polemik Publikasi Pemerintah Jawa Barat, KAWANI Sikapi Etika dan Propaganda Gubernur Dedi Mulyadi
Selain Golkar, PAN juga mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di hari yang sama.
Kini koalisi pendukung Prabowo Subianto diisi empat partai besar yang ada di DPR, yakni Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Golkar, dan PAN.***













